Satgas Anti Mafia Menginvestigasi Dugaan Pengaturan Skor oleh Mafia Judi Online


Brigjen (pol) Dedi Prasetyo Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/3/2019)

COINDROPZ – Satgas Antimafia Bola saat ini menelusuri dugaan keterlibatan judi online terkait dengan pengaturan skor setelah menerima sejumlah bukti dari mantan Direktur Negara Banjar Persibara Laksmi Indrayani. “Ada banyak analisis yang terjadi saat ini, misalnya laporan itu dapat diperluas ke penyelidikan, yang berarti ada unsur kriminal, dan bukti-bukti diperkuat terlebih dahulu,” kata kepala staf. Kantor Informasi Kepolisian Nasional, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di markas. Polri, Jakarta Selatan, Jumat (3/1/2019).

Dedi menjelaskan, dugaan judi online masih belum jelas, apakah di Liga 1, 2 atau 3. Karena, menurut data dari Direktur Cyber ​​Bareskrim Polri, sebagian besar mafia judi online yang melibatkan sepak bola telah dilakukan di liga di luar Indonesia. “Kami hanya bisa menangkap pemain. Tentu saja, kita harus mendalami laporan ini, apakah itu bermain untuk Liga 1, 2 atau 3,” kata Dedi. Dengan laporan bukti baru, lanjutnya, kelompok kerja akan terus membongkar kasus-kasus yang melibatkan pengaturan skor.

Keterlibatan bandar judi online

Ia yakin, dalam empat bulan ini, satgas bisa bekerja secara maksimal. “Satgas dibentuk masa kerjanya enam bulan sejak 21 Desember. Kalau tiga atau dua bulan ke depan sudah clear, ya selesai. Kalau perlu dibutuhkan kembali, ya tergantung dinamika di lapangan,” katanya. Sebelumnya, Laksmi juga menyerahkan bukti-bukti baru ke Satgas Antimafia Bola, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019).

Laksmi juga membawa barang bukti berupa materi judi online yang diduga berhubungan dengan kasus pengaturan skor. “Tadi juga saya memasukkan data dari yang saya dapatkan tentang judi online. Kira-kira ada sebuah rekening yang dikelola bandar judi, kemudian dikamuflase dengan transaksi mobil oleh makelar, tetapi sebenarnya untuk bayar judi online,” kata Laksmi. Kuasa Hukum Laksmi, Boyamin Saiman, mengatakan, barang bukti yang diserahkan berupa nomor rekening bank beserta nama-nama pemilik rekening tersebut.

“Kalau berkaitan itu (alat bukti yang diserahkan), saya masukkan rekneing banknya ada atas nama siapa saja ada, terus berkaitan bank itu, berkaitan rekrutmen. Saya screenshot, saya print, dan saya sampaikan ke satgas,” ujar Boyamin. Boyamin mengatakan, kasus judi online sebenarnya sudah ditindak kepolisian pada tahun 2017. Namun, penanganan kasus tersebut dihentikan lantaran kurangnya barang bukti yang didapatkan.

Situs agen poker online terbaik terpercaya | situs agen poker online terbaik terpercaya | situs agen poker online terbaik terpercaya | situs agen togel online terbaik terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *