Polisi Tangkap Agen Judi Online di Medan

COINDROPZ – Ajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara menangkap dua manajer jaringan internasional pertandingan sepak bola online di Medan, Sumatera Utara. Selain itu, polisi juga menangkap tujuh orang yang diduga sebagai pemain online.

Dua ekstensi dari distributor adalah Arfendi (manajer) dan Arjun (karyawan). Dua tersangka ini mengelola situs game. situs agen poker online terbaik terpercaya main poker online

Bandar Judi Online Ditangkap

“Dua yang kami tangkap adalah manajer situs taruhan bola online, detikwin.com, Arfendi sebagai perpanjangan tangan distributor di luar negeri, sementara Arjun Abang, dari Arfendi, adalah karyawan yang mengelola situs tersebut,” mengatakan, Kamis (28/2) kepolisian daerah Sumut, Direskrimum, Pol. Andi Rian Djajadi, ketika dia mengadakan konferensi pers di depan gedung Ditreskrimum.

Sedangkan untuk enam tersangka lainnya adalah pemain poker online. Mereka diasuransikan pada waktu dan tempat yang berbeda. situs agen poker online terbaik terpercaya main poker online

Keenamnya, SW (24), M (28), warga Medan, RI (30) warga Medan, RO (35), warga Medan, HE (22) warga Medan, dan MU (43) warga Medan

Andi mengatakan bahwa game online adalah kasus transnasional yang melibatkan orang asing sebagai bandar taruhan. Game ini hanya membutuhkan ponsel cerdas dan jaringan internet. situs agen poker online terbaik terpercaya main poker online

“Tidak ada batasan untuk game online, asalkan ada internet dan perangkatnya,” kata Andi Rian.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh para peneliti, Arfendi dan Arjun dapat menghasilkan untung hingga ratusan juta per bulan.

“Arfendi sebagai agen bisa mendapat untung 300 hingga 400 juta per bulan, sedangkan Arjun dibayar Rp4 hingga Rp5 juta,” katanya. situs agen togel terpercaya terbaik

Dalam serangan itu, 16 unit ponsel, 17 kartu ATM, 20 buku rekening, uang tunai Rp2,2 juta, 2 monitor, UPS, dan PC disita.

Untuk terus berkembang, peneliti cenderung mencari distributor di luar negeri.

“Bisa jadi pengembangan penelitian kami dikoordinasikan dengan Interpol untuk memburu pemilik kota besar situs tersebut, pertama kita lihat hasil penelitiannya, apa hasil pengembangannya,” pungkas Andi Rian.

Sementara itu, Arfendi mengaku telah menjadi agen judi selama setahun. Dia juga mengungkapkan bahwa penghasilannya tidak sebanyak yang dikatakan polisi.

“Satu bulan adalah antara Rp 10 dan Rp 15 juta, saya biasanya menghubungi pedagang dari obrolan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *